Welcome!!

Annyeong fanfict lovers!!

Blog ini aku buat khusus Fanfict dari idola-idola kita sampai anime juga. Blog ini lagi masa debut jadi postingannya belum terlalu banyak. Tapi authors bakal bikin banyak ff yang keren2 deh!

mohon kerjasamanya buat kemajuan blog ini. And don't forget to leave comment(s) after read this blog!!

thanks... (_ _)

Lists

FF|I'm Not Her|我不是她|

Genre: romance, Chapter 1a-2b
status: in progress

FF/Don't say goodbye/

genre: PG15/Romance teenager/straight/Chapter 1-10(end)
status: complete

FF/Don't say goodbye/Bonus Chapter

genre: PG15/Romance teenager/straight

FanFict/Utakatta Hanabi/Anime Naruto/1shoot

genre : romance, 1 shoot

FanFict DBSK/Together/comedy/

genre: comedy/teenager/friendship Chapt1
status: in progress

Fanfic || more than a teacher || 1shoot part1-2(end)

genre: teenager/romance

The murderer is my secret admirer

Rat : NC 17( violence)/one shoot/straight yoosu

goodbye my lover


cast :yunjae and others
rat :NC 17
mention : mpreg,angst,violence, 1shoot

Let U Go

pairing: yunjae n other
Rating: PG13/Yaoi
Genre: Romance, angst, 1shoot

dreaming in ‘bolong’ afternoon

special fanfict
status: complete

SAME but DIFFERENT

special fanfic
status: complete

You only love my love | Straight | DB5K

genre: T / Romance Hurt
status: in progress
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label humor. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 September 2011

Fanfic : Jung Family "sungkem" // K+ // Yunjae family // 1shoot

Title : Jung Family " Sungkem"
rate  : K+ / Humor/ gaje/ yaoi/ family
length: 1shoot
author: Lanh a.k.a Shim Jiwoo a.k.a Chunnie's wife
cast:
-Jung Yunho
-Jung Jaejoong
-Jung Changmin (17)
-Jung Jiwoo *author* (15)
-Park Yoochun (17)
-Kim Junsu (15)
 quotes: kekekeke.. author bawa epep 1shoot Yunjae family. paska lebaran. Just for fun!!

------
"lebaran tahun ini kok beda banget ya, rasanya yang ikutan sholat Id ga sebanyak tahun lalu" ujar Jaejoong.
"ya jelas lah umma, tahun lalu kan kita sholat di lapangan sepak bola, tahun ini kan di lapangan tenis meja" jelas Jiwoo, Jaejoong pun manggut manggut.
"Appa! nanti kita kerumah halmoni kan?" Changmin bertanya pada Yunho yang sedang menyetir.
"nng.. kayanya ngga deh, halmoni kan lagi liburan ke hawaii" jawab Yunho tanpa mengalihkan pandangannya sementara Changmin hanya ber-oh ria.
"mungkin halmoni udah dapet gebetan di hawaii ya, pulangnya aja lama banget" cerocos Jiwoo.
"iya, terus nanti pulang-pulang gendong anak. alias om baru kita" tambah Changmin. Yunho dan Jaejoong sweatdrop mendengarnya.

Tak lama kemudian mobil Jung family pun sudah tiba di depan pagar dan akhirnya mereka masuk kerumah pak RT.. eh, salah maksudnya dirumah mereka sendiri.
Seperti biasa setelah sholat Id keluarga Jung ini akan melakukan sungkeman yang sudah menjadi acara sakral di hari lebaran.
"sebentar ya, umma mau manasin opor dulu" ujar Jaejoong dari dapur.
Yunho mengiyakan sementara Jiwoo sedang berusaha menyeret Changmin yang udah kalap liat rendang diatas meja.

Akhirnya kedua anak itu terduduk di ruang TV.
"eh..eh.. oppa aku dikasih THR dong~" pinta Jiwoo sambil puppy eyes dan nyengir nunjukin giginya yang gendut-gendut.
"hah? THR darimana?! aku kan belum kerja ! tak de lah tuu.." jawab Changmin dan membuat Jiwoo manyun 20cm.
"aish! oppa pelit! perut aja digedein!" ambek Jiwoo.
"mwoyah! kau minta aja sama si Jidat!!" balas Changmin
"yah! jangan panggil my Chunnie Bunnie jidat!!!"
"jadi apa? jenong?"
"gyaaah dasar oppa bibir gentong, perut keriting!! eh salah, bibir keriting, perut gentong!!"
"apa kau bilang??!!!"
Dan akhirnya pertunjukkan akrobat pun dimulai.
Sementara itu..

"liat tuh Jae, ulah anak-anakmu.." ujar Yunho sambil menunjuk Changmin dan Jiwoo sedang jambak-jambakan dengan tak elitnya.
"yah! mereka itu kan hasil 'perbuatan'mu, Jung Yunho!" Jaejoong tak mau kalah.
"haahh.. aku kan cuma penghasil benih, kau cetakkannya" balas Yunho santai dan kata-kata ini tak patut didengar untuk anak 10 tahun kesamping (?)
"oh! jadi kau menyalahkanku?!" bentak Jaejoong sambil melemparkan deathglare berkali-kali.
"eh..bu,bukan! Joongie..maksudku.."
"sudah!! Pokoknya mulai hari ini kau ga kukasih jatah selama seminggu! Titik! ga pake koma!" vonis Jaejoong
"se, seminggu?! kau tega sekali Joongie!"
Perang dunia ke-3 pun dimulai.

Sementara itu diluar tampak 2 orang namja sedang menunggu sang pemilik rumah. Mereka yang tak lain tak bukan dan tak haram (?) adalah Yoochun dan Junsu.
"mana sih ni yang punya rumah?!" Junsu tampak tak sabaran
"ga tau, keracunan kali.." jawab Yoochun santai.
"duuh.. mana panas lagi! udah ah nyelonong aja!" Junsu pun menembus pagar kayak Casper. Hehe.. engga denk, kan pagernya ga digembok.

Yoochun dan Junsu tercengang saat membuka pintu rumah itu. Didalamnya tampak darah berceceran dimana-mana serta suara-suara menyeramkan menggema di seluruh sudut ruangan. Yoochun bergidik ngeri sedangkan Junsu nyante aja sambil ngupil.
Tiba-tiba sesosok kepala menyembul dari sudut tembok.
"GYAAAHH!! AYAM! AYAM!" kaget keduanya.
"eh? Chunnie oppa sama Jun-chan udah dateng! kok ga bilang-bilang?" seru kepala yang rupanya Jiwoo itu.
Yoochun dan Junsu merasa sudah terkecoh dan menyesal mengeluarkan latahan tak elit milik idolanya Junsu *Ruben Onsu*

Cairan merah itu bukan darah, tapi sirup marjan yang baru dibeli Changmin n botolnya bocor jadi ga sempet nampung. Dan suara-suara menyeramkan tadi bukan hantu, melainkan Yunho yang lagi kerokan.

"kalian kemana aja sih dipanggil ga nyaut-nyaut?" kesal Junsu. Seluruh tuan rumah hanya menjawab dengan cengiran busuk ---> *ya oloh author kasar banget*
"eh, betewe eniwe be'emwe jual cakwe , udah pada sungkem-sungkeman belom?" tanya Yoochun. Seluruh tuan rumah kembali nyengir sambil geleng-geleng. Yoochun sweatdropped.

"yauda deh, mumpung ada kita berdua nih. kita mule aja nyok sungkem-sungkemannya!" ajak Junsu disetujui oleh Yoochun. Sedangkan para tuan rumah hanya ngangguk-ngangguk pelan.

Kini YunJae sudah duduk bak di singgasana sedangkan keempat bocah ingusan itu berbaris kaya ngantri sembako *author dilempar kolor*. Dimulai dari Changmin, si putra sulung keluarga Jung yang sungkeman sama ortunya.

"hiks.. umma~ maapin Mimin yah. Mimin sering nyomotin kue lebaran sama rawon sepanci.. hiks! sroot~" ujar Changmin sambil nyeruput ingusnya. Jae agak kaget awalnya, tapi hal itu sudah ia duga.
"iya umma maapin.." Jaejoong mengobok (?) rambut tebal Changmin.
"appa~ Mimin minta maap karena bikin oppa nyaris bangkrut~ hiks!" lanjut Changmin sambil nyalamin Yunho.
"iya min.. makanya kalo makan jangan banyak-banyak yah" ujar Yunho.

Selanjutnya si bungsu Jiwoo menyalami ummpanya.
"umma.. appa.. Jiwoo minta maap selama ini udah ngintipin n ngerekam kalian lagi ngeNC~hiks.." YunJae sontak kaget.
"APAKH!!! terus videonya kamu kemanain?!" tanya mereka frustasi.
"dimasukin ke dipidi terus dijual.. peminatnya banyak looh" jawab Jiwoo polos membuat Jae nyaris pingsan. Tapi Yunjae pun memaafkan lantaran maklum, keke..

Lalu tibalah saatnya Yoochun dan Junsu, meskipun mereka outsiders tapi mereka juga turut sungkeman sama Yunjae.
"ahjumma..ahjusshi.. minta maaf yah kalo kami ada salah. Tapi kayanya gaada deh, kita kan anak baek-baek.." keduanya pun mendapat jitakan empuk dari Yunjae.
Kemudian kakak-adik itu pun saling berhadapan.
"oppa~~" Jiwoo tampak berkaca-kaca
"Jiwoo-ya.. hiks! sroott~" sahut Changmin sambil ngelap ingus di gorden. Mereka pun berpelukan kaya teletabis.

"chunnie-a.. maaf selama ini aku sering ngejek jidatmu kaya' lapangan golf~" Changmin mengakui.
"iya.. aku maapin, bibir keriting~" jawab Yoochun.
"hiks.. Jidat lebar~~"
"hiks.. Bibir keriting~~"
"huaaaaa" mereka pun berpelukan sambil nangis gaje.

"Jun-chan, maaf aku sering mengejekmu duckbutt~" ujar Jiwoo.
"ga papa kok.. lagian aku bangga.." balas Junsu sambil nepok-nepok bokongnya.
". . . -__-"

Well, Changmin & Junsu fine" aja, Yoochun & Junsu fine" aja, Jiwoo & Yoochun? lebih dari baik~ kekeke
Sementara itu..
"Yunnie~hiks aku minta maaf soal tadi yah. terus.. aku janji deh ga bakal make kartu kreditmu diem-diem lagi.." Jaejoong memelas.
"ya Joongie.. maafin aku juga yah.. aku janji ga bakal ngorok n tidur mereng-mereng lagi" Yunho pun menghapus air mata Jaejoong dengan ibu jarinya dan mengecup Jaejoong sekilas.

Jiwoo: 'hooh! momen ini ga boleh terlewatkan!!' *jepret! jepret!*

"terus.. hukuman tadi ga jadi kan?" tanya Yunho berharap.
"ung.. ada syaratnya!" jawab Jaejoong sambil tersenyum jahil.
"apa?"
"me on top tonite~" Jaejoong pun ngeloyor pergi, sedangkan Yunho? nelen kapur barus.


~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ O W A R I ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

selamat lebaran!!

Rabu, 11 Mei 2011

Special FF/Dreaming in "bolong" afternoon/1shoot

Title: dreaming in ‘bolong’ afternoon (mimpi di siang bolong)

Author: Wulan Maulina a.k.a Lanh CassiEast a.k.a Han Ji Woo, dan berbagai macam a.k.a2 lainnya

Main cast :

Wulan as Lanh-nee (bahasa Jepang artinya Kak Lanh)

Muthia Tsabita as Tessa

Meitri Andini as Mey

Wenny Evionita as Wenwen

Dan beberapa artis BB korea yang sudah di naturalisasi, hehe

Ratings: PG13+ Teenager/Friendship/humor gaje lebayy/sedikit unsur yaoi

Disuatu pagi nan cerah, kedua siswi Al-Ulum Gakuen yang pagi2 sudah pasang muka’ setengah hidup ini mengeluhi kehidupan mereka yang cukup sengasara *jiah bahasanya*..

“bosshaaaaaaaaannn..!!” teriak Wenwen disela2 nguapnya yang mampu melahap kudanil sekaligus.

“gue juga bosen liat muke lu” gumam Lanh sambil menggaruk-garuk lehernya yang tidak gatal.

“eehh.. jangan selepe lu! begini2 muke gue bisa laku juga tau!!” kesal wenwen

“laku, lu pikir barang kelontong bisa laku!” timpuk lanh lagi.

“haaahh, terserah elu dah! Lu liat aja nanti pas si Enjung terpikat ama lirikan meot gue, lu tarik lagi kata2 lu!” ancem wenwen yang dibalas ekspresi malasnya Lanh.

“ya..ya.. ngomong ama bokong gue.. eh kira2 si Mey ama si Tessa mana ya? Biasanya pagi2 gini mereka udah pada bising tuh kejer2an kaya sharukhkhan ama kajol..”

“lu pikir gue emaknya..” wenwen masih ngesel.

“yaahh,, elu digituin aja marah.. ga asik ah!” lanh sok ngikut ngesel dengan wajah bahagia (?)

Yah, seperti itulah gambaran kehidupan mereka hari itu, standar, simple, polos, biasa, ngebosenin, lemes, gak bersemangat, dan..

Yaya gue lanjutin! Sabar nape!.. Dan sampai pada akhirnya sang tajuk utama pembicaraan pun muncul entah darimana

“gyaaaaaa!!! Lanh-nee!! Lanh-nee!! Eh, ada Wenwen juga!!! Gyaaaaaa!!!”

Yup seorang bocah perempuan timbul dari selah2 meja dan berteriak2 nyaring sampe radius 20 km. Lanh dan wenwen kaget sampai tak bisa merasakan detak jantung dan oksigen di sekitar mereka (parah). Tapi bocah itu tak sendirian, dibelakangnya ada satu bocah lagi yang teriaknya ga kalah nyaring hingga menggetarkan pulau sumatera 10 SR.

“haduh! Lu pada! volumenya rada dikecilin deh!! Bisa tuna rungu nih kuping gue!!” ujar lanh sambil ngorek2 kupingnya dengan kelingking si wenwen (?)

“eh, eh sory2.. gini loh nee! Ehm, kemaren kan kita chattingan sama si Uno.. katanya sih besok beliau mau ngajak kita2 nih clubbing di deket pasar sukarame..” kata Tessa dengan wajah polos bin sotoynya.

“ouh.. eh.. WHAT?!!!!! CLUBBING??!! Buset! Tuh anak sarapnya konslet ya?! Umur kita belum ada 17 malah diajak ke tempat nista begitu??! Oh tidak lah ya..” ujar lanh syok.

“wew, clubbing?? Wew, pasti ada si enjung juga ya? Wew, asik tuh.., heuheu..” gumam wenwen sambil menggosok2 ketiga, eh, kedua telapak tangannya.

“yeeehh! Mule dah si wenwen! Emangnya lu ga bisa ketemu si Enjung selain di tempat begituan apa?! Sadar lu.. ingus masih ijo2 gitu mau ke tempat orang2 gede..” lanh memusatkan telunjuknya ke arah ketiga, eh, kedua mata wenwen.

“ya deh ya deh..” kali ini wenwen ngaku salah.

“eh, katanya bang Chun juga ikutan loh! Ya kan tessa??” ujar Mey yang dibalas anggukan mantap dari tessa.

“eh? eh? bang Chun juga ya.. haduh gimana yaa.. umm,, gue juga ikutan ga ya?” nyeheheheheh.. kali ini wenwen menemukan lanh ketelen batu raksasa yang sudah dilemparnya.

“woy!! Ngebilangin orang jago lu ya?! Sadar lu!!” wenwen pun menimpuk lanh pake knalpot bus yang lagi markir, (buset!).

“uuhh! Uda deh! Kita kan udah sama2 nih.. lu mau jumpa si Enjung, gue mau jumpa bang Chun.. yaude ga usah pusing2 lah..”

“..? ja, jadi maksud lu kita terima aja ajakan si Uno??” wenwen membelalakkan ketiga, eh, kedua matanya.

“y,yaa.. ah palingan clubbingnya ga parah2 amet. Paling disitu kita cuman nongkrong2 aja kalii..” yaelah laanh.. lu kira kede kopii?

“oohh gitu yaaaa..” kedua bocah itu pun dengan bloonnya manggut2 atas kata2 iblis dan munak milik lanh. Yah lebih tepatnya barangkali mereka ga tau apa itu clubbing.

“okeh okeh.. kita tentuin jadwalnya!!!” ujar wenwen semangat.

2 hari kemudian…

JENGJEEEEEEEEENNGG…. Keempat bocah jongos itu kini tiba pas di depan pintu masuk Sukarame Pub. Tak lama mereka berdiri sambil melongo disitu, angin ‘kebodohan’ perlahan menampar tubuh mereka.

“ung.. ini tempatnya yah nee?”

“gue yakin kita ga nyasar, tapi..”

“emang yang namanya clubbing itu kaya begini ya isinya?”

“gue juga kaga tau..”

“kalo yang mey liat di tipi2 sih ya, biasanya isinya cewe2 erotis semua, terus rada2 aura mesum gitu..”

“iya gue juga sependapat..”

“seharusnya sih gitu.. tapi yang gue liat sekarang kenapa..

…. KENAPA ISINYA BANCI SEMUAAA??!! HOEEEEKKK…”

“lanh-nee?! lanh-nee ga papa??!” tessa dan mey panic melihat aksi muntah jijainya lanh.

“ng,nggak.. g,gue gapapa kok.. HOEEEEKKK!!” Lanh kembali mengeluarkan isi perutnya. Sementara si wenwen yang sudah kebal matanya melihat bences berkeliaran malah celingukan cari si Enjung.

“iiihhh.. wenwen malah ngabur tuh..”

“katanya sih mau nyari bang Enjung..”

“sialan tuh anak! Liat aja ntar..! hooeeekk..”

“Lanh?! Are u ok?”

“. . . .” lanh terdiam sejenak dan menghentikan aktifitas bermuntah rianya.. suara semaskulin barusan punya siapa? Ia mendongakkan wajahnya yang tertunduk..

“. . . b,ba,bang Chun?!” lanh yang tadinya muntah2an keter boneng membersihkan mulutnya.

‘demi apa deh! Bang Chun cakep banget malem neh!! Assseeekk.. ga nyesel juga gue ikutan!!’ bathin lanh.

“udah lama ya?” tanya Bang Chun melemparkan senyum terbaiknya ke Lanh.

HAP! Senyumnya ditangkap dan ditelen bulet2 sama Lanh. “eng.. baru aja kok.. em, bang chun juga udah lama?”

“ah iya dari tadi pagi, sampai lupa waktu.. haha..”

“ooh..” lanh manggut2. yah, otak cemerlang Lanh yang cukup diandalkan di sekolahnya itu kini dibungkam oleh pesona Bang Chun malem itu. Ngapain aja bang Chun dari pagi sampe malem gini di Club yang isinya banci semua?!? Ooii lanh otak lu ditaro’ manee!!??

“loh? Tessa ama mey tadi mana?” tanya bang chun lagi.

“eh? umm, lagi nyari si Mimin kali.. hehe.. biasa sama aja kaya si wenwen..” yeehh.. sendirinya juga hunting2 cowo!

Tak lama kemudian pemilik nama terakhir yang disebut lanh tadi pun muncul dengan napas ngos-ngosan. Lanh dan bang chun pun keheranan.

“aish! Paan sih lu! ganggu suasana aja!!” usik lanh.

“hosh..hosh.. dengerin gue dulu! Ni tempat udah kaga bener!!” ujar wenwen

“ahhh.. mau bener atau kaga bener gue juga udah tau! Yang penting kan gue jumpaan sama bang Chun! Elu juga daripada lu gangguin momen2 terindah gue sama bang chun mending lu jumpain aja dah si Enjung!” omel lanh

“nah itu dia masalahnya lanh..!”

“masalah apa lagi?”

“lu liat deh tuh disana!!” telunjuk wenwen menuntun arah pandangan mata lanh. Dia menangkap sosok dua namja (pria) disana, sedang hug2an, mesra2an, pegang2an, bahkan sampe kiss2an!! mata lanh langsung melotot.

“gimana gue mau deketin si enjung kalo dia malah begituan sama si Uno!!” teriak wenwen frustasi sambil mewek kaya gorilla (?). lanh terdiam sambil melongo memastikan pemandangan itu hanya ilusi. Dia mengucek matanya sambil menelan air ludah. Kemudian mengalihkan pandangannya kearah Mimin dan juga.. oh tidak! Bukan ‘duo bocah bising’ itu yang bersamanya, malah YuYun yang juga seorang namja! Ia kembali terbelalak.

Kemudian ia mengalihkan pandangannya lagi, dan kali ini kearah cowo idamannya.

“bang Chun disini.. sama.. siapa?” tanya lanh ragu2..

“oouuh.. nih kenalin. Dia Jujun.. pacar abang..” jawab bang chun tenang.

Tiba2 mata lanh melotot ampe hampir keluar, darah segar mengalir dari hidungnya, paru2nya layu karena sesak nafas, jantungnya berhenti sekejap, wajahnya pucet pasi, mulutnya komat kamit, tubuhnya membatu, dan.. ah uda deh kepanjangan ntar malah lebey banget jadinya..hehe

Apa yang dilihat lanh?

Yup, seorang namja berpakaian serba sekseh muncul dari belakang dan memeluk pinggang bang Chun.

Antara sadar atau tidak, lanh merasa nyawanya sudah ditarik dari ujung jempol kakinya (??)

“GA MUNGKEEEEEEEEEEEENNNNN!!!!!”

“KAMPREEET!! Eh, WOY! Bangun lu! bising amet! Bikin gue kaget aja!” omel wenwen sambil nimpukin kaos kaki basah (darimana lagiii tuh?) ke kepala lanh.

“eh?” lanh terbangun, matanya ajep2, merem melek.. ia menggelengkan kepalanya kencang.

“ah eh ah eh! enak lu ye! Orang lagi serius2 belajar tadi lu malah tidur2an! mana buku catatan gue lu ilerin lagi!” wenwen nimpukin kaos kaki basah lagi.

“iihh.. jorok! Eh? berarti tadi gue cuma mimpi ya??” lanh bingung2 sambil memegangi kepalanya.

“ tau deh ah! Pokoknya lu ganti nih buku catatan gue yang udah lu ilerin!! Liat nih jadi kuyup gini.. iiieeuuh..” wenwen memegangi buku catatan penuh iler hasil karya Lanh dengan jijik.

“alah.. iler gue bersih kok..!” lanh nyengir2 kuda.

“bersih PALA LU!! eh.. emang tadi lu mimpi apaan sih sampe tereak2 gitu..?” wenwen bertanya2 kali ini.

‘gue ceritain aja ga yaaa.. huhuuhu..’ bathin lanh.

~FIN~