Welcome!!

Annyeong fanfict lovers!!

Blog ini aku buat khusus Fanfict dari idola-idola kita sampai anime juga. Blog ini lagi masa debut jadi postingannya belum terlalu banyak. Tapi authors bakal bikin banyak ff yang keren2 deh!

mohon kerjasamanya buat kemajuan blog ini. And don't forget to leave comment(s) after read this blog!!

thanks... (_ _)

Lists

FF|I'm Not Her|我不是她|

Genre: romance, Chapter 1a-2b
status: in progress

FF/Don't say goodbye/

genre: PG15/Romance teenager/straight/Chapter 1-10(end)
status: complete

FF/Don't say goodbye/Bonus Chapter

genre: PG15/Romance teenager/straight

FanFict/Utakatta Hanabi/Anime Naruto/1shoot

genre : romance, 1 shoot

FanFict DBSK/Together/comedy/

genre: comedy/teenager/friendship Chapt1
status: in progress

Fanfic || more than a teacher || 1shoot part1-2(end)

genre: teenager/romance

The murderer is my secret admirer

Rat : NC 17( violence)/one shoot/straight yoosu

goodbye my lover


cast :yunjae and others
rat :NC 17
mention : mpreg,angst,violence, 1shoot

Let U Go

pairing: yunjae n other
Rating: PG13/Yaoi
Genre: Romance, angst, 1shoot

dreaming in ‘bolong’ afternoon

special fanfict
status: complete

SAME but DIFFERENT

special fanfic
status: complete

You only love my love | Straight | DB5K

genre: T / Romance Hurt
status: in progress
Tampilkan postingan dengan label DBSK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DBSK. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

Fanfiction: You Only Love My Love | Straight | Chapt4

Pairings :
- author as Shim Jiwoo
- Park Yoochun
- Han Sookyo
- Shim Changmin
- etc.
genre: Romance/hurt, T+, Teenager16+/multi pairings

[Chapter 4]


[Changmin’s pov]

Aku memarkirkan mobilku di depan studioku. Kalau malam begini tidak akan ada yang mau marah kalau aku seenaknya parkir didepan pintu masuk seperti ini. Yang aku harapkan adalah tidak ada yang mengomeliku karena meninggalkan pekerjaanku yang terbengkalai saat ini. Terlebih lagi asistenku yang cerewet itu.

Kriiiieett~~

Aku membuka pintu ruang kerjaku dengan sembunyi-sembunyi. Hey, tidak seperti tadi siang, ruanganku kini sudah rapi. Kertas-kertas dan lembar foto tersusun rapi ditempatnya. Siapa yang merapikannya? Jangan-jangan..

“hei!! Darimana saja kau!!?”

“aa—ah.. mianhae..mian..!!” spontan aku mengangkat kedua telapak tanganku dan berpose seperti pencuri yang tertangkap polisi.

“minta maaflah pada Sookyo!”. Tunggu, ‘minta maaf pada Sookyo’? lalu ini siapa?

“apa-apaan ekspresimu itu?”

“o,ooh.. Jaejoong hyung, kau rupanya! Kau mengagetkanku! Ngomong-ngomong.. mana Sookyo?”

“dia sedang istirahat di sofa. Dia sangat kelelahan sampai tumbang begitu” jelas Jaejoong hyung.

Berarti yang membereskan ruanganku yang super berantakan itu dia? Pantas saja. Lagipula sejak siang dia juga terlihat sangat sibuk . aku menghampiri sofa marun panjang di dekat ruanganku. Ya,Sookyo tampak sangat kelelahan, kelihatan dari cara tidurnya yang berantakan.

“nyenyak sekali ya?” gumamku pelan. Tanpa perintah tanganku mengelus-elus rambut hitamnya. Entah mengapa juga, tiba-tiba bibirku menyunggingkan sebuah senyum.

“umm..” Sookyo mulai grusah-grusuh dan kini duduk tepat dihadapanku. Apa aku membangunkannya?

Tiba-tiba ia tertunduk dan menjatuhkan kepalanya di pundakku. Aku sedikit merinding karena nafasnya berhembus di tengkukku.

“apa.. Changmin oppa sudah.. kembali? Zzz..”

Anak ini mengigau rupanya. Sebegitu lelahnya kah dia sampai tidak tau kalau aku sudah didepannya? Tidurnya juga semakin nyenyak. Tapi aku tidak mungkin meninggalkannya menginap disini.

“mau membawanya pulang?” tanya Jaejoong hyung yang melihatku sedang menggendong Sookyo dengan bridal style. Para kru yang lain juga melihatku terheran-heran. Aku hanya mengangkat kedua pundakku sambil tersenyum singkat lalu melengos menuju mobilku.

~

[Sookyo’s pov]

Seoul city, 10am

Tik..tok..tik..tok..

Sayup-sayup aku mendengar detik jam tepat di sebelah telingaku. Sedikit demi sedikit kelopak mataku terbuka. Seberkas sinar mentari yang masuk melalui celah-celah gorden itu menyilaukan mataku. Perlahan mataku terbuka sempurna, namun pikiranku masih seperti di awang mimpi. Telapak tanganku yang menyentuh kasur merasakan sesuatu yang asing bagiku. Kasur ini lebih lembut dan dingin dari biasanya. Mataku menerawang langit-langit kemudian beralih ke jendela. Ini bukan kamarku!. Telingaku mendapati suara dengkuran halus namun berat. Tiba-tiba sebuah tangan kekar memeluk perutku dari belakang. Aku berbalik, betapa kagetnya aku saat mataku juga menemukan sesosok pria bertelanjang dada masih tertidur pulas dengan wajah baby facenya.

“GYAAAAAAAHHHHH!!!!”

“WAAAAA!! Apa?! Ada apa?!!” kaget orang di sebelahku ini sambil melonjak dari posisi tidurnya. Sangat lucu kalau melihat ekspresinya.

“ke,kenapa aku ada disini?!!” tanyaku histeris sambil memalingkan mataku sosoknya yang setengah telanjang itu.

“semalam kau ketiduran di studio. Aku tidak enak membangunkanmu jadi kau kubawa kemari saja..” jelasnya sambil memakai kaosnya. Wajahku panas, pasti sudah sangat merah karena melihatnya bertelanjang dada tadi. Dan lagi, semalam penuh aku tidur seranjang dengannya! Dengan Shim Changmin!! astaga seandainya terjadi sesuatu tadi malam.. aish! Apa yang kupikirkan?!

“kau mau sarapan apa?” tanyanya yang sudah bangkit dari ranjang. Hey, lucu sekali melihatnya memakai celana piyama dengan rambut yang masih acak-acakan dan muka bantal seperti itu.

“apa saja..” jawabku seraya menahan senyum di bibirku.

“baiklah kalau begitu. Turunlah kalau mau sarapan”

Aku pun menurunkan sepasang kakiku ke lantai dan terduduk di pinggir ranjang dan bersiap mengikutinya. Tapi kenapa dia malah melihatku tajam seperti itu?

“. . tutup dadamu, nanti masuk angin..” katanya tiba-tiba. Aku terbelalak dan menunduk melihat 3 kancing bajuku yang tidak terkait. Astaga! Dalamanku terekspos! Wajahku memerah, Tuhan.. aku malu sekali! tapi orang ini malah melengos dengan wajah datar. Dengan kesal aku melemparkan bantal kearahnya.

~

“selamat makan..” seru kami berdua seraya menjepit sepasang sumpit diantara kedua telapak tangan kami. Tampak si jangkung di depanku ini melahap makanannya bagai kudanil kalap. Sementara aku hanya terkikik pelan.

“hmm! Enak juga! Walaupun hanya masakan kemarin yang dipanaskan” ujarku sambil sedikit terkekeh.

“menurutku semuanya sama saja” sahutnya sambil meneguk segelas susu. Dasar monster makanan. apa ia tidak sadar mulutnya bercelemotan susu begitu?

“mulutmu bercelemotan!” spontan tanganku mengulurkan serbet dan tanpa perintah mengelap sudut-sudut bibirnya yang putih karena susu. Sesekali jemariku menyentuh bibirnya dengan pelan, semakin perlahan dan sentuhan itu semakin melembut, dan semakin lama aku sadar akan apa yang kulakukan. Aku bisa merasakan deru nafasnya, kami dekat sekali! dan kini kami hanya terdiam mematung.

Degup jantungku berdetak sangat cepat saat ini.

Tiba-tiba tangan kekarnya menggenggam tanganku yang masih terdiam di dekat bibirnya. Hangat.

“ah.. gomawo..” katanya dengan senyum. Aku langsung menurunkan tanganku.

“ne..” aku hanya bisa menjawab sekenanya lalu berbalik dan berusaha rileks.

“biar aku cuci piringnya” ujarku tanpa memandangnya sedetikpun lalu membereskan meja makan. Saat aku sedang mengangkat piring-piring kotor tanpa sengaja aku menumpahkan sisa susu tadi. Tumpahan itu bercecer di lantai putih dapur ini.

“sudah, biar aku yang mengepelnya” kali ini Changmin yang turun tangan. Aku mengiyakan dan melangkah menuju tempat cuci piring.

Beberapa menit kemudian setelah aku menyelesaikan aktifitas cuci piringku, aku pun berjalan melewati meja makan tadi. Tampak Changmin oppa masih sibuk mondar mandir dengan pel di tangannya. Masih belum siap juga?

“oppa ya! Kenapa dari tadi belum si..”

“Sookyo! Awas licin!”

CYIIT! Aku merasakan kakiku yang baru saja memijak lantai licin ini melayang kebelakang, diikuti tubuhku yang jatuh kedepan. Astaga aku terpeleset!

GREP!

“oppa!! Kenapa lantainya jadi tergenang begitu?!”

“a,anu..mian..” ucapnya terbata-bata. Hey, aku bisa melihat bayangan wajahku dimatanya sekarang. Dan.. sepasang tangan terasa membalut punggungku. Tanganku sendiri tampak melingkar dengan nyaman di lehernya. Dan wajah kami.. sangat sangat dekat! Lagi, kami mematung dengan posisi seperti ini.

Namun tiba-tiba..

“Changmin chagi.. kenapa pintu depan tidak terkunci..”

DEG!! Seorang gadis masuk tanpa permisi dan menembus dapur sampai akhirnya matanya menemukan sosok kami.

Dia.. Yeonhee! Astaga! Kenapa dia bisa datang di saat seperti ini?!

Dia tampak kaget dengan posisi kami berdua. Sangat kaget hingga ia terpaku dengan mata terbelalak. Dengan sigap aku langsung melepas tanganku yang mengalung di leher Changmin oppa dan memberi jarak dengannya.

“a—anu..”

“hai, Yeonhee-ah! Kenapa tidak bilang-bilang datang kemari?” sela Changmin oppa. Berusaha tampil biasa di hadapan Yeonhee yang kini sudah memasang wajah dan tatapan yang mengerikan. Sudah kuduga ini akan terjadi. Tapi tadi itu kan kecelakaan!

“oh.. jadi sekarang kau ‘bermain’ dengan asistenmu?!” seru Yeonhee dengan aura syok yang masih tidak terlepas dari wajahnya.

“apa maksudmu? Ini tidak seperti.. Yeonhee-ah!!!” Changmin oppa kini berlari mengejar sosok wanita itu. Sedangkan aku hanya berdiri beku di tempatku. Ada satu fakta yang kini melayang di otakku, kabar tentang hubungan Changmin dan Yeonhee itu ternyata benar.

Sakit, perih, hati dan pikiranku seakan disobek-sobek oleh fakta yang tak bisa kuelakkan itu. Dan sekarang posisiku adalah pisau yang menggores hubungan mereka sekarang ini. Jika Yeonhee meminta berakhir, Changmin oppa pasti akan merasa sakit. Dan parahnya, bagaimana jika oppa malah membenciku?

aku juga turut merasa kacau. Tetesan air bening dari mataku membasahi lantai. Apa sebaiknya aku pasrah saja?

TBC

next chapt5>>>>

Fanfiction: You Only Love My Love | Straight | Chapt2

Pairings :
- author as Shim Jiwoo
- Park Yoochun
- Han Sookyo
- Shim Changmin
- etc.
genre: Romance/hurt, T+, Teenager16+/multi pairings

[Chapter 2]

“temanmu ya, oppa?” tanya gadis itu.

“ya! Eh, bukan! Dia kakak kelasku saat SMA. Dia sudah seperti hyungku. Namanya Yunho.” Jelasnya. Gadis itu hanya manggut-manggut.

“kau, cepatlah pulang! Besok kita akan sangat sibuk! Asian Magazine akan terbit dalam waktu dekat” ujar pria itu.

“siapa model kita besok?”

“Yeon Hee”

Wajah gadis itu berubah drastis. Cemberut.

“hahaha! kenapa wajahmu begitu, Sookyo! Sudahlah! Ayo kuantar kau pulang” pria itu menggosok-gosok tangannya di rambut gadis itu. Sekilas gadis itu pun merona.

~

At Incheon airport, Seoul. June 5th 20XX

12.05 pm

Seorang pria dengan hoodie abu-abu dan earphone menyangkut ditelinganya berjalan di tengah-tengah kerumunan manusia di bandara Incheon ini. Sesekali ia mengedarkan pandangannya. Lalu berjalan mantap sambil menggerek koper hitam Apollo nya. Langkahnya terhenti setelah berhasil menembus lalu lalang manusia di sekitar bandara, tepat di bagian depan gedung bandara. Tempat setiap orang atau wisatawan asing menunggu taxi. Telunjuknya terayun ketika sebuah taxi tak berpenumpang berlalu dihadapannya. Taxi itu berhenti dan pria itu langsung memasukinya.

“kemana, tuan?” tanya sang supir.

“studio Dongbang Shot. Tapi sebelumnya antarkan aku ke supermarket terdekat” ujar pria itu.

Tanpa basa-basi lagi taxi itu pun melesat ketujuan yang sudah dipinta sang penumpang. Tanpa melalui rute yang berkelok-kelok, taxi itu tiba didepan sebuah supermarket.

Sebuah kaki bersepatu Reebok itu mengawali langkah sang penumpang dan diikuti kaki lainnya. Ia pun masuk market itu dan memilah-milah barang yang akan dimasukkan ke menu belanjaannya.

“Junsu oppa!! Bayar dulu baru boleh dimakan!” teriak seorang gadis nyaring.

“hey! Aku barusan membayarnya di kasir, tahu!” elak seorang pria yang diteriaki gadis tadi.

Pria satu ini menyeringai melihat apa yang ada di matanya. Bukan pemandangan antara pasangan itu. Lebih tepatnya pada sosok gadis itu. Entah apa yang ada dipikirannya. Dengan segera ia memasukkan belanjaan terakhirnya dan melesat ke tujuan terakhirnya.

At Dongbang Shot Studio

[Sookyo’s pov]

“yak! Lihat ke kiri sedikit! Bagus! Sekarang ganti posisi!”

Suara ini, Changmin oppa. Terus berulang-ulang terngiang di otakku. Suara kamera itu juga ikut mendampingi setiap instruksinya. Mataku tak lepas dari sosoknya sejak tadi. Bagaimana posisinya mengambil gambar, cara tangannya memegang kamera, runtutan instruksinya, semuanya dilakukannya dengan lihai sebagai seorang professional. Aku yang memperhatikannya sejak tadi hanya bisa berdecak kagum walau dalam hati. Apalagi saat melihat hasil foto yang diambilnya. Benar-benar berseni.

Tapi aku sedikit cemburu. Ah, tidak! Aku tidak tau entah apa yang aku pikirkan. Aku hanya tidak senang saat oppa mengambil gambar model yang sedang berpose didepannya seperti sekarang ini, ya dia Lee Yeon Hee. Dari berbagai model perempuan yang pernah difotonya, hanya dialah yang membuatku iri. Mungkin sejak gossip itu.

“kau tau, Sookyo? Katanya Changmin oppa dan YeonHee-ssi punya hubungan khusus loh!”

“a,apa?”

“haahh payah! Dari sekian banyak model seksi yang pernah dipotretnya ternyata Yeonhee-ssi yang berhasil mengalihkan pandangan Changmin oppa!”

“a,aku sama sekali tidak pernah tau hal itu..”

“ck, kau ini kan asistennya! Masa tidak tau? Changmin oppa dan Yeonhee-ssi itu tidak hanya sebatas fotografer dan model. Bahkan katanya ada yang pernah melihat mereka berciuman!”

DEG!

Rasanya begitu sesak mengingat kata-kata itu. Well, itu hanya gossip. Tapi bagaimana pun gossip itu muncul juga karena ada sesuatu. Lagipula soal mereka berciuman itu.. akh! Aku sama sekali tidak bisa memberikan komentar seperti apa. Yang aku mengerti dari perasaanku adalah, kalau aku jatuh cinta pada seniorku itu.. Shim Changmin.

BRAK!!

“hey! Changmin yah! Kau disini?” seorang pria tampan bertubuh tinggi tegap memasuki ruangan pemotretan kami. Langkahnya mengalihkan pandangan kami. Ia berjalan menuju seseorang pemilik nama yang baru saja disebutkannya.

“ya! Yunho hyung! Sejak kapan kau sampai?”

~

Ini adalah jam makan siang. Seluruh kru sibuk dengan jam istirahat mereka. Hanya aku saja yang masih sibuk dengan lembaran-lembaran foto yang berserakan diatas meja. Tak lama Jaejoong oppa menghampiriku dengan kotak sterofom ditangannya.

“makanlah, nanti kau sakit..” cowok cantik itu meletakkan kotak berisi makan siang itu di atas meja.

“ah.. gwaenchana. Gomapta ne?” aku hanya tersenyum singkat. Sementara Jaejoong oppa mendudukkan dirinya dekat mejaku.

“mereka teman lama ya?” tanyanya sambil mengarahkan pandangannya ke dua orang yang sedang sibuk bercengkrama tak jauh dari kami.

“dia kakak kelas Changmin oppa saat SMA, tapi sudah seperti saudara baginya” jelasku. Kami kemudian terhening sejenak.

“… aku melihatnya di supermarket bersama seorang pria. Apa itu pacar barunya??”

“hahahaha.. kalau iya, kau cemburu?...”

Perbincangan mereka sayup-sayup tertangkap oleh telingaku. Tunggu! Aku bukan penguping. Aku hanya selalu terpana setiap ekspresi dari Changmin oppa, jadi lebih tepatnya aku tidak sengaja. Tanpa kusadari aku meliriknya sejak tadi. Wajahnya, manis, ceria seperti biasa. Seandainya aku menjadi pacarnya yang bisa mendapatkan senyumnya setiap hari..

“Sookyo-yah! Kenapa wajahmu memerah?” seru Jaejoong oppa tiba-tiba.

“a—anu..aku..”

[author’s pov]

Kedua orang itu saling bersua setelah 2 tahun mereka tidak berjumpa. Ya, mereka Changmin dan Yunho.

“bagaimana kabarnya?” tanya Yunho sambil menyeruput cappucino di gelasnya.

“’nya’?” Changmin memiringkan sedikit kepalanya.

“maksudku Jiwoo” Yunho tersenyum sekilas.

“oohh.. terakhir aku bertemu dengannya minggu lalu. Dia kelihatan lebih baik”

Yunho mendesah pelan. Ia menyenderkan tubuh sebelah kanannya didekat jendela dan menatap lalu lalang ratusan manusia di bawah.

“sebenarnya aku baru saja bertemu dengannya tadi.”

“jinjja? Lalu?”

“aku tidak menyapanya. Dia tidak banyak berubah. Aku melihatnya di supermarket bersama seorang pria. Apa itu pacar barunya?”

“hahahaha.. kalau iya, kau cemburu?”

Yunho hanya tersenyum simpul. Ia mengubah posisi berdirinya.

“kau tau kan? Aku tak kan bisa melepaskannya begitu saja”

“hmm.. lalu bagaimana soal gadis bernama Go Ah ra yang kau ceritakan itu?” Changmin menaikkan sebelah alisnya. Yunho hanya tertawa renyah.

“aku tidak serius dengannya” jawabnya sekenanya. Changmin hanya manggut-manggut mengerti. Ia berjalan menghampiri mejanya dan membolak-balik sebuah majalah. Yunho mendekat dan memegang pundak Changmin pelan.

“temukan aku dengannya..”


TBC

next chapt3&>>>>

Minggu, 06 Februari 2011

Fanfic || more than a teacher || 1shoot part2 (end)

Di hari minggu seperti ini aku mencoba untuk refreshing pikiran dari beban2 pikiran disekolah. Sebenarnya aku sedikit tidak enak badan, aku orang yang tidak bisa tidur setelah mengetahui kalau nilaiku anjlok drastic.

“Ahh.. kenapa hawanya jadi dingin seperti ini? Aku lupa memakai jaket. Tapi ya sudahlah” gumamku sendiri. Aku membeli sekaleng minuman hangat dan meminumnya sambil duduk di sebuah bangku depan sebuah toko. Tak lama kemudian seseorang tampak mengambil tempat disebelahku. Aku tidak meliriknya, tapi terdengar suara yang sangat kukenal, sepertinya orang itu sedang menelpon.

“ya.. sudah kubeli. Tenang saja..”

Kemudian ia menutup telponnya. Aku pun melirik orang ini, dan.. hah?!

“yu..yunho sensei?”

“ng? hei.. lanh-chan! Kebetulan sekali!” ia pun membalas dengan senyum. Aku bertemu dengan bulan2anku di saat aku mau merilekskan pikiranku?!

“ya.. sangat kebetulan..” jawabku dengan muka masam. Tapi yang kulihat ia memalingkan wajahnya dan menundukkan kepalanya. Huft~ Ingin saja aku beranjak dari tempatku tapi tiba2 saja..

“sedang apa disini?” tanyanya

“tidak ada.. hanya merilekskan pikiran sejenak..” jawabku.

“di tempat ramai dan hari yang dingin seperti ini?”

“aku suka kok” jawabku tak peduli.

“sou desu ne..” ia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menghembuskan nafasnya sejenak.

“aku sudah harus kembali” katanya. Ya sudah, baguslah!! Ia pun berpamit dan melangkah pergi. Aku kembali menikmati minuman hangat ditanganku. Tapi kemudian mataku tertuju pada sesuatu di samping tempatku duduk. Sebuah zippo. aku mengambilnya dan membukanya. Saat dibuka, disisinya tampak sebuah gambar rasi bintang berbentuk huruf W. aku pernah melihatnya, kalau tidak salah Cassiopeia. Tapi.. milik siapa zippo ini? Sebelum yunho sensei duduk disini, ini tidak ada. Apa mungkin ini miliknya? “ceroboh sekali.” gumamku. Sebaiknya aku mengembalikannya. Mungkin ini benda yang berharga baginya.

Aku pun beranjak dari tempatku duduk. Aku mengikuti arah kemana yunho sensei berjalan tadi. Menelusuri di tengah kerumunan orang2 , sedikit melelahkan. Tapi syukurlah.. aku mendapati sosoknya didekat sebuah toko.

“sensei! Yunho sensei!” panggilku. Ia juga melihatku dengan tatapan heran. Akupun menghampirinya.

“ini.. apakah ini punya anda? Hosh..” aku memperlihatkan zippo itu padanya

“ah! Iya ini punyaku! Apa tadi tertinggal? Gomen, sudah merepotkan. Arigatou!”

“daijyobu.. hosh..hosh..” aku meletakkan zippo itu ditangannya.

“ano.. lanh-chan? Taijou ka? Tanganmu dingin sekali..” yunho sensei pun spontan cemas melihat keadaanku.

“ne, taijou desu..” kataku lemas.

“tanganmu dingin.. apa kau demam?” deg! Aku sontak kaget saat ia menggenggam kedua telapak tanganku yang sangat sensitive pada hawa dingin dan memegang keningku. Kenapa aku jadi deg2an begini?

“d,daijyobu..”

Yunho sensei langsung melepaskan mantel hangatnya dan memakaikannya padaku.

“kau ini.. sudah tau harinya dingin malah keluar rumah”

Wajahku memerah. I,ini benar2 yunho sensei yang menyebalkan itu? Kenapa?

“ini.. makanlah selagi hangat.” Ia pun menyodorkan bakpao hangat padaku. Saking groginya aku hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahku yang memerah tanpa bilang terimakasih.

“sebaiknya kau pulang. Biar kuantar.” Katanya lagi. Ia menarik sebelah tanganku dan berjalan menuju stasiun.

Sampai didalam kereta, aku masih diam seribu bahasa. Sampai akhirnya satu kata terucap dari mulutku.

“doumo arigatou..”

“ne.. sama2” jawabnya sambil tersenyum. Aku menatap senyumnya, kenapa kali ini rasanya beda? Ternyata kalau diperhatikan, senyum yunho sensei manis juga. Selain itu ia memang masih sangat muda dan tampan. Hey! Ada apa denganku ini?!

Ssshhh… kereta yang kami tumpangi pun sudah sampai di stasiun. Ia tetap menggandengku keluar dan mengantarku. Di perjalanan kami pun mengobrol.

“kau tau? zippo ini peninggalan seseorang yang sangat berharga, jadi untung saja tadi kau menemukannya..” jelasnya sambil berseri2.

“berharga? Dari siapa?” tanyaku penasaran.

“guruku dulu. Dia yang mengajarkan kedisiplinan padaku.” Jawabnya.

“uhmm..” aku mengangguk.

“ini.. kuberikan padamu saja.” Katanya tiba2. Hah?!

“bu, bukannya ini sangat berharga bagi sensei?”

“ya, tapi aku yang sekarang sudah menjadi seorang guru. Aku ingin memberikannya pada muridku”

“demo.. kenapa padaku?” tanyaku keheranan.

“yaa, supaya kau bisa meningkatkan nilai fisikamu! Bersemangatlah!” ujarnya sambil tersenyum.

“be, benarkah ini untukku?”

“ne!”

Wajahku kembali memerah. Inikah sifat asli dibalik semua keburukan yang selalu kupermasalahkan dari dirinya? Aku sangat senang. Tapi kenapa..rasanya perasaan ini sedikit berbeda? Ya, tidak sekedar senang. Apa aku..

“baiklah, aku antar kau sampai sini saja ya. Hati2lah!” ia menepuk pelan kepalaku kemudian ia pergi sambil melambai2. Rasanya berat ditinggalkannya. Perasaan ini semakin bergejolak.

*** disekolah ***

Aku kaget. Saat ini adalah pelajaran fisika, tapi kenapa yang muncul bukan yunho sensei? Kemana dia? Kenapa digantikan dengan guru lain?

“kau belum tau ya. Yunho-sensei kan sudah kembali ke Korea, dan memilih tinggal disana karena ada urusan keluarganya, kabarnya sih begitu” jelas changmin.

“ho, hontou ka?” kagetku.

“ne! kau pasti senang sekali ya?” tebakkan changmin salah besar. Aku benar2 kaget. Kembali ke korea?! Apa artinya dia tidak akan kemari lagi?

“lanh?” changmin melambaikan tangannya didepan wajahku.

Aku bangkit dari tempat dudukku dan beranjak keluar tanpa izin guru. Aku berlari dan berlari menuju tempat dimana ia memberikan zippo itu padaku. Aku terengah2 sambil memandangi zippo itu. Aku membukanya dan disisinya muncul gambar rasi Cassiopeia. Tanpa sadar, sesuatu yang mengalir keluar dari sudut mataku.

“doushite?!!” teriakku dalam tangis. Aku melihat kembali zippo itu, dan menggenggamnya didadaku. Semangat yunho-sensei akan selalu ada dan akan jadi motivasiku.

Yunho sensei..

Kau bukan hanya guru bagiku..

Tapi juga.. orang yang kucintai..



end

FanFic || more than a teacher || 1shoot part1

annyeong !!!!!!
haha.. lanh balik lagi membawa epep! nah, di hari ultah yunho gini lanh mau posting ff yang main cast'a lanh n yunho oppa, ga sengaja sih sebenernya. Cuz ff ni udah dirancang minggu lalu dan terinspirasi saat bengong sendirian di kelas,haha..
mian kalo gaje..
okeh check it!

title : More than a teacher
genre: teenager, 1shoot
main cast:
-Author a.k.a Lanh
-Yunho DBSK
-Changmin DBSK


NGIIIIING.. jam pelajaran Kimia sudah selesai. Habis ini sudah masuk jam fisika. Kepalaku serasa mau pecah menghadapi hari Rabu yang selalu penuh dengan pelajaran eksak. Terlebih, dulunya aku yang sangat senang dengan fisika kini merasa muak. Sensei yang mengajar kali ini sangat berbeda dengan yang dulu, membuatku jadi tidak suka pelajaran matematika.

“cara menerangkan Yunho-sensei terlalu cepat, sama sekali ga ngerti”

“yunho-sensei sangat tampan! Andaikan ia jadi pacarku..”

“kita tidak boleh banyak bertanya dan harus mandiri, memangnya kita anak kuliah apa?”

“kami suka Yunho sensei yang selalu buat kelas ini ramai, dia cukup kocak (?)”

Yah begitulah rata2 pendapat teman2 sekelasku. Sedangkan menurutku, yunho sensei adalah sensei yang buruk dan tidak bertanggungjawab terhadap murid2nya. Berkali2 sudah aku mengajukan hal ini ke kepala sekolah agar dia bisa secepatnya diganti!!

***

“kerjakan soal di halaman 209!” perintahnya. Ah bodo amat! Aku sama sekali tak mendengarkan ucapannya apalagi mengerjakan tugasnya. Memang sikapku ini seperti bunuh diri yang bisa membuat nilai fisikaku anjlok karena jarang mengerjakan tugas harian darinya. Tapi, memang aku sudah tidak suka dengannya dan pelajarannya, mana bisa aku memaksakan diri. Aku hanya duduk santai disudut kelas sambil mendengarkan music melalui headset sampai jam istirahat tiba.

NGIIIIING..

Yes! Jam pelajaran fisika sudah selesai, sekarang waktunya istirahat.

“well, bagaimana fisika hari ini?” tanyaku iseng pada Changmin temanku.

“Lanh-chan, Kau masih melakukan hal itu? Apa kau tau itu akan membahayakan nilaimu?” Changmin menggelengkan sedikit kepalanya.

“kau sendiri tau kan? Aku tak suka dengan yunho sensei” jawabku enteng.

“demo.. kau juga harus memikirkan nilaimu! Terima saja dia apa adanya, jangan terlalu memaksakan diri!” nasihat Changmin. aku hanya diam tidak berkomentar.

“ada PR dari materi yang diajarkannya hari ini, dan nilai tugas itu dianggap sebagai nilai ulangan kita” lanjut Changmin. sontak aku kaget.

“Nani?! Hontou ka??” kagetku.

“hai’, dikumpulkan besok pagi”

A, apa2an ini? Sebagai nilai ulangan? Dikumpul besok pagi? Materi hari ini???? Bukannya aku sama sekali tidak mendengarkan sedikit pun penjelasan darinya?

“ano.. Changmin~, bisa kau ajari aku? Plissssss” mohonku.

“no no.. kau rasakan sendiri akibatnya..” kata changmin sambil menggeleng.

“changmin~ ayolah.. sekali ini saja.”

“tapi bukannya kau..”

“iya!! Aku nyesel sama sikapku!! Ok?!” jawabku rada maksa.

“sou desu ka?” changmin menaikkan sebelah alisnya dan memastikan kata2ku.

“ne!”

“hmm, baiklah..”

“arigatou, Minnie-sensei~” Changmin yang baik selalu membantu dan pengertian. Beruntung aku punya sahabat sebaik dia.

***

“ahh! Susah sekali!” eluhku saat changmin mengajari materi yang tidak kusangka akan serumit itu.

“ganbatte! Sedikit lagi kau pasti paham!” changmin lalu melanjutkan penjelasannya. Sedikit terasa sesal juga karena tidak mendengar penjelasan dari yunho-sensei tadi. Coba aku dengarkan sedikit saja kalau pun changmin menjelaskan ulang seperti ini pasti akan langsung mengerti. Tapi aku sendiri tidak bisa mengendalikan emosiku yang meledak2 dan masih saja menuruti sikap keras kepalaku.

“coba kau kerjakan soal2 tugas itu dirumah dan banyak2lah latihan, pasti kau bisa! Shinjite!” changmin tidak lelah untuk selalu mendukungku yang selalu keras kepala ini.

“ne. mungkin aku sudah kelelehan jadi penjelasanmu tidak masuk ke otak seluruhnya. Tapi aku akan coba latihan dirumah. Doumo arigatou Minnie, ganbarimasu!!..”

Changmin mengangguk sambil tersenyum. Untung saja jam matematika adalah pelajaran terakhir, jadi saat pulang nanti aku bisa istirahat dan mengulang sedikit materinya.

***

Esoknya..

“changmiiiin!! Hosh..hosh..” aku berlari dan menabrak semua orang yang menghalangi jalanku dan tiba dikelas dengan nafas terengah2.

“doushite, lanh-chan?” changmin menghampiriku dengan khawatir.

“minnie.. aku belum menyiapkan tugas fisika. Otakku benar2 buntu! Aku tidak mendapatkan hasilnya! Lihat punyamu ya!” pintaku.

“demo.. punyaku sudah dikumpul, lagipula ini sudah bel dan sebentar lagi Miura-sensei akan segera masuk.” Changmin tampak ikut2an panik.

“soshite, gimana?” tak lama Miura-sensei pun masuk ke kelas dan memulai pelajarannya. Hingga saat jam pelajaran selesai aku langsung meminta pertolongan pada Changmin. akhirnya, setelah beberapa saat aku menyelesaikan tugas itu dan bergegas ke ruang guru untuk menyerahkannya pada yunho-sensei. Tapi betapa jengkelnya aku saat ia mengatakan..

“maaf tugasmu ditolak”

“hah??! Sensei! Aku sudah mengerjakannya susah payah!”

“dikumpul saat pagi, itu perjanjiannya kan?” jawabnya kali ini dengan senyum yang memuakkan bagiku.

“demo, sensei! Butuh waktu lama untukku mengerti semua isi materi, soal2 yang kau berikan juga sangat sulit!” aku tetap mempertahankan pendapatku.

“hmm, siapa suruh kau tidak mendengarkan materiku saat itu?” balasnya yang kini menatap kearahku. Pandangannya menerawang. Jadi .. Selama ini ia memperhatikanku?

“y,y,yaa.. soal itu gomenasai! Tapi tolonglah diterima!” aku kembali menyodorkan buku tugasku sambil membungkuk.

“ditolak..”

Aku mangangkat kepalaku “sou..ka?” kataku dengan ekspresi dan nada tidak senang.

“sou desu!” jawabnya dengan senyum itu lagi.

“sou desu ne?! jadi seperti inikah anda menghargai pekerjaan orang?! Baiklah!!” aku pun keluar dari ruangan dengan langkah kesal. Saat itu juga, hanya aku yang sama sekali tidak mendapatkan nilai ulangan. Benarkah perjanjiannya mengumpulkan tugas itu pagi2 tadi? Aku benar2 bodoh!!

***

to be continued....