Welcome!!
Blog ini aku buat khusus Fanfict dari idola-idola kita sampai anime juga. Blog ini lagi masa debut jadi postingannya belum terlalu banyak. Tapi authors bakal bikin banyak ff yang keren2 deh!
mohon kerjasamanya buat kemajuan blog ini. And don't forget to leave comment(s) after read this blog!!
thanks... (_ _)
Lists
Genre: romance, Chapter 1a-2b
status: in progress
genre: PG15/Romance teenager/straight/Chapter 1-10(end)
status: complete
FF/Don't say goodbye/Bonus Chapter
genre: PG15/Romance teenager/straight
FanFict/Utakatta Hanabi/Anime Naruto/1shoot
genre : romance, 1 shoot
FanFict DBSK/Together/comedy/
genre: comedy/teenager/friendship Chapt1
status: in progress
Fanfic || more than a teacher || 1shoot part1-2(end)
genre: teenager/romance
The murderer is my secret admirer
Rat : NC 17( violence)/one shoot/straight yoosu
goodbye my lover
cast :yunjae and others
rat :NC 17
mention : mpreg,angst,violence, 1shoot
Let U Go
pairing: yunjae n other
Rating: PG13/Yaoi
Genre: Romance, angst, 1shoot
dreaming in ‘bolong’ afternoon
special fanfict
status: complete
SAME but DIFFERENT
special fanfic
status: complete
You only love my love | Straight | DB5K
genre: T / Romance Hurt
status: in progress
Kamis, 10 Mei 2012
Fanfic | THE MEANING | DBSK and author | 1shoot
Sabtu, 03 September 2011
Fanfic : Jung Family "sungkem" // K+ // Yunjae family // 1shoot
rate : K+ / Humor/ gaje/ yaoi/ family
length: 1shoot
author: Lanh a.k.a Shim Jiwoo a.k.a Chunnie's wife
cast:
-Jung Yunho
-Jung Jaejoong
-Jung Changmin (17)
-Jung Jiwoo *author* (15)
-Park Yoochun (17)
-Kim Junsu (15)
quotes: kekekeke.. author bawa epep 1shoot Yunjae family. paska lebaran. Just for fun!!
------
"lebaran tahun ini kok beda banget ya, rasanya yang ikutan sholat Id ga sebanyak tahun lalu" ujar Jaejoong.
"ya jelas lah umma, tahun lalu kan kita sholat di lapangan sepak bola, tahun ini kan di lapangan tenis meja" jelas Jiwoo, Jaejoong pun manggut manggut.
"Appa! nanti kita kerumah halmoni kan?" Changmin bertanya pada Yunho yang sedang menyetir.
"nng.. kayanya ngga deh, halmoni kan lagi liburan ke hawaii" jawab Yunho tanpa mengalihkan pandangannya sementara Changmin hanya ber-oh ria.
"mungkin halmoni udah dapet gebetan di hawaii ya, pulangnya aja lama banget" cerocos Jiwoo.
"iya, terus nanti pulang-pulang gendong anak. alias om baru kita" tambah Changmin. Yunho dan Jaejoong sweatdrop mendengarnya.
Tak lama kemudian mobil Jung family pun sudah tiba di depan pagar dan akhirnya mereka masuk kerumah pak RT.. eh, salah maksudnya dirumah mereka sendiri.
Seperti biasa setelah sholat Id keluarga Jung ini akan melakukan sungkeman yang sudah menjadi acara sakral di hari lebaran.
"sebentar ya, umma mau manasin opor dulu" ujar Jaejoong dari dapur.
Yunho mengiyakan sementara Jiwoo sedang berusaha menyeret Changmin yang udah kalap liat rendang diatas meja.
Akhirnya kedua anak itu terduduk di ruang TV.
"eh..eh.. oppa aku dikasih THR dong~" pinta Jiwoo sambil puppy eyes dan nyengir nunjukin giginya yang gendut-gendut.
"hah? THR darimana?! aku kan belum kerja ! tak de lah tuu.." jawab Changmin dan membuat Jiwoo manyun 20cm.
"aish! oppa pelit! perut aja digedein!" ambek Jiwoo.
"mwoyah! kau minta aja sama si Jidat!!" balas Changmin
"yah! jangan panggil my Chunnie Bunnie jidat!!!"
"jadi apa? jenong?"
"gyaaah dasar oppa bibir gentong, perut keriting!! eh salah, bibir keriting, perut gentong!!"
"apa kau bilang??!!!"
Dan akhirnya pertunjukkan akrobat pun dimulai.
Sementara itu..
"liat tuh Jae, ulah anak-anakmu.." ujar Yunho sambil menunjuk Changmin dan Jiwoo sedang jambak-jambakan dengan tak elitnya.
"yah! mereka itu kan hasil 'perbuatan'mu, Jung Yunho!" Jaejoong tak mau kalah.
"haahh.. aku kan cuma penghasil benih, kau cetakkannya" balas Yunho santai dan kata-kata ini tak patut didengar untuk anak 10 tahun kesamping (?)
"oh! jadi kau menyalahkanku?!" bentak Jaejoong sambil melemparkan deathglare berkali-kali.
"eh..bu,bukan! Joongie..maksudku.."
"sudah!! Pokoknya mulai hari ini kau ga kukasih jatah selama seminggu! Titik! ga pake koma!" vonis Jaejoong
"se, seminggu?! kau tega sekali Joongie!"
Perang dunia ke-3 pun dimulai.
Sementara itu diluar tampak 2 orang namja sedang menunggu sang pemilik rumah. Mereka yang tak lain tak bukan dan tak haram (?) adalah Yoochun dan Junsu.
"mana sih ni yang punya rumah?!" Junsu tampak tak sabaran
"ga tau, keracunan kali.." jawab Yoochun santai.
"duuh.. mana panas lagi! udah ah nyelonong aja!" Junsu pun menembus pagar kayak Casper. Hehe.. engga denk, kan pagernya ga digembok.
Yoochun dan Junsu tercengang saat membuka pintu rumah itu. Didalamnya tampak darah berceceran dimana-mana serta suara-suara menyeramkan menggema di seluruh sudut ruangan. Yoochun bergidik ngeri sedangkan Junsu nyante aja sambil ngupil.
Tiba-tiba sesosok kepala menyembul dari sudut tembok.
"GYAAAHH!! AYAM! AYAM!" kaget keduanya.
"eh? Chunnie oppa sama Jun-chan udah dateng! kok ga bilang-bilang?" seru kepala yang rupanya Jiwoo itu.
Yoochun dan Junsu merasa sudah terkecoh dan menyesal mengeluarkan latahan tak elit milik idolanya Junsu *Ruben Onsu*
Cairan merah itu bukan darah, tapi sirup marjan yang baru dibeli Changmin n botolnya bocor jadi ga sempet nampung. Dan suara-suara menyeramkan tadi bukan hantu, melainkan Yunho yang lagi kerokan.
"kalian kemana aja sih dipanggil ga nyaut-nyaut?" kesal Junsu. Seluruh tuan rumah hanya menjawab dengan cengiran busuk ---> *ya oloh author kasar banget*
"eh, betewe eniwe be'emwe jual cakwe , udah pada sungkem-sungkeman belom?" tanya Yoochun. Seluruh tuan rumah kembali nyengir sambil geleng-geleng. Yoochun sweatdropped.
"yauda deh, mumpung ada kita berdua nih. kita mule aja nyok sungkem-sungkemannya!" ajak Junsu disetujui oleh Yoochun. Sedangkan para tuan rumah hanya ngangguk-ngangguk pelan.
Kini YunJae sudah duduk bak di singgasana sedangkan keempat bocah ingusan itu berbaris kaya ngantri sembako *author dilempar kolor*. Dimulai dari Changmin, si putra sulung keluarga Jung yang sungkeman sama ortunya.
"hiks.. umma~ maapin Mimin yah. Mimin sering nyomotin kue lebaran sama rawon sepanci.. hiks! sroot~" ujar Changmin sambil nyeruput ingusnya. Jae agak kaget awalnya, tapi hal itu sudah ia duga.
"iya umma maapin.." Jaejoong mengobok (?) rambut tebal Changmin.
"appa~ Mimin minta maap karena bikin oppa nyaris bangkrut~ hiks!" lanjut Changmin sambil nyalamin Yunho.
"iya min.. makanya kalo makan jangan banyak-banyak yah" ujar Yunho.
Selanjutnya si bungsu Jiwoo menyalami ummpanya.
"umma.. appa.. Jiwoo minta maap selama ini udah ngintipin n ngerekam kalian lagi ngeNC~hiks.." YunJae sontak kaget.
"APAKH!!! terus videonya kamu kemanain?!" tanya mereka frustasi.
"dimasukin ke dipidi terus dijual.. peminatnya banyak looh" jawab Jiwoo polos membuat Jae nyaris pingsan. Tapi Yunjae pun memaafkan lantaran maklum, keke..
Lalu tibalah saatnya Yoochun dan Junsu, meskipun mereka outsiders tapi mereka juga turut sungkeman sama Yunjae.
"ahjumma..ahjusshi.. minta maaf yah kalo kami ada salah. Tapi kayanya gaada deh, kita kan anak baek-baek.." keduanya pun mendapat jitakan empuk dari Yunjae.
Kemudian kakak-adik itu pun saling berhadapan.
"oppa~~" Jiwoo tampak berkaca-kaca
"Jiwoo-ya.. hiks! sroott~" sahut Changmin sambil ngelap ingus di gorden. Mereka pun berpelukan kaya teletabis.
"chunnie-a.. maaf selama ini aku sering ngejek jidatmu kaya' lapangan golf~" Changmin mengakui.
"iya.. aku maapin, bibir keriting~" jawab Yoochun.
"hiks.. Jidat lebar~~"
"hiks.. Bibir keriting~~"
"huaaaaa" mereka pun berpelukan sambil nangis gaje.
"Jun-chan, maaf aku sering mengejekmu duckbutt~" ujar Jiwoo.
"ga papa kok.. lagian aku bangga.." balas Junsu sambil nepok-nepok bokongnya.
". . . -__-"
Well, Changmin & Junsu fine" aja, Yoochun & Junsu fine" aja, Jiwoo & Yoochun? lebih dari baik~ kekeke
Sementara itu..
"Yunnie~hiks aku minta maaf soal tadi yah. terus.. aku janji deh ga bakal make kartu kreditmu diem-diem lagi.." Jaejoong memelas.
"ya Joongie.. maafin aku juga yah.. aku janji ga bakal ngorok n tidur mereng-mereng lagi" Yunho pun menghapus air mata Jaejoong dengan ibu jarinya dan mengecup Jaejoong sekilas.
Jiwoo: 'hooh! momen ini ga boleh terlewatkan!!' *jepret! jepret!*
"terus.. hukuman tadi ga jadi kan?" tanya Yunho berharap.
"ung.. ada syaratnya!" jawab Jaejoong sambil tersenyum jahil.
"apa?"
"me on top tonite~" Jaejoong pun ngeloyor pergi, sedangkan Yunho? nelen kapur barus.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ O W A R I ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
selamat lebaran!!
Minggu, 06 Februari 2011
Fanfic || more than a teacher || 1shoot part2 (end)
Di hari minggu seperti ini aku mencoba untuk refreshing pikiran dari beban2 pikiran disekolah. Sebenarnya aku sedikit tidak enak badan, aku orang yang tidak bisa tidur setelah mengetahui kalau nilaiku anjlok drastic.
“Ahh.. kenapa hawanya jadi dingin seperti ini? Aku lupa memakai jaket. Tapi ya sudahlah” gumamku sendiri. Aku membeli sekaleng minuman hangat dan meminumnya sambil duduk di sebuah bangku depan sebuah toko. Tak lama kemudian seseorang tampak mengambil tempat disebelahku. Aku tidak meliriknya, tapi terdengar suara yang sangat kukenal, sepertinya orang itu sedang menelpon.
“ya.. sudah kubeli. Tenang saja..”
Kemudian ia menutup telponnya. Aku pun melirik orang ini, dan.. hah?!
“yu..yunho sensei?”
“ng? hei.. lanh-chan! Kebetulan sekali!” ia pun membalas dengan senyum. Aku bertemu dengan bulan2anku di saat aku mau merilekskan pikiranku?!
“ya.. sangat kebetulan..” jawabku dengan muka masam. Tapi yang kulihat ia memalingkan wajahnya dan menundukkan kepalanya. Huft~ Ingin saja aku beranjak dari tempatku tapi tiba2 saja..
“sedang apa disini?” tanyanya
“tidak ada.. hanya merilekskan pikiran sejenak..” jawabku.
“di tempat ramai dan hari yang dingin seperti ini?”
“aku suka kok” jawabku tak peduli.
“sou desu ne..” ia kemudian bangkit dari tempat duduknya dan menghembuskan nafasnya sejenak.
“aku sudah harus kembali” katanya. Ya sudah, baguslah!! Ia pun berpamit dan melangkah pergi. Aku kembali menikmati minuman hangat ditanganku. Tapi kemudian mataku tertuju pada sesuatu di samping tempatku duduk. Sebuah zippo. aku mengambilnya dan membukanya. Saat dibuka, disisinya tampak sebuah gambar rasi bintang berbentuk huruf W. aku pernah melihatnya, kalau tidak salah Cassiopeia. Tapi.. milik siapa zippo ini? Sebelum yunho sensei duduk disini, ini tidak ada. Apa mungkin ini miliknya? “ceroboh sekali.” gumamku. Sebaiknya aku mengembalikannya. Mungkin ini benda yang berharga baginya.
Aku pun beranjak dari tempatku duduk. Aku mengikuti arah kemana yunho sensei berjalan tadi. Menelusuri di tengah kerumunan orang2 , sedikit melelahkan. Tapi syukurlah.. aku mendapati sosoknya didekat sebuah toko.
“sensei! Yunho sensei!” panggilku. Ia juga melihatku dengan tatapan heran. Akupun menghampirinya.
“ini.. apakah ini punya anda? Hosh..” aku memperlihatkan zippo itu padanya
“ah! Iya ini punyaku! Apa tadi tertinggal? Gomen, sudah merepotkan. Arigatou!”
“daijyobu.. hosh..hosh..” aku meletakkan zippo itu ditangannya.
“ano.. lanh-chan? Taijou ka? Tanganmu dingin sekali..” yunho sensei pun spontan cemas melihat keadaanku.
“ne, taijou desu..” kataku lemas.
“tanganmu dingin.. apa kau demam?” deg! Aku sontak kaget saat ia menggenggam kedua telapak tanganku yang sangat sensitive pada hawa dingin dan memegang keningku. Kenapa aku jadi deg2an begini?
“d,daijyobu..”
Yunho sensei langsung melepaskan mantel hangatnya dan memakaikannya padaku.
“kau ini.. sudah tau harinya dingin malah keluar rumah”
Wajahku memerah. I,ini benar2 yunho sensei yang menyebalkan itu? Kenapa?
“ini.. makanlah selagi hangat.” Ia pun menyodorkan bakpao hangat padaku. Saking groginya aku hanya bisa menunduk menyembunyikan wajahku yang memerah tanpa bilang terimakasih.
“sebaiknya kau pulang. Biar kuantar.” Katanya lagi. Ia menarik sebelah tanganku dan berjalan menuju stasiun.
Sampai didalam kereta, aku masih diam seribu bahasa. Sampai akhirnya satu kata terucap dari mulutku.
“doumo arigatou..”
“ne.. sama2” jawabnya sambil tersenyum. Aku menatap senyumnya, kenapa kali ini rasanya beda? Ternyata kalau diperhatikan, senyum yunho sensei manis juga. Selain itu ia memang masih sangat muda dan tampan. Hey! Ada apa denganku ini?!
Ssshhh… kereta yang kami tumpangi pun sudah sampai di stasiun. Ia tetap menggandengku keluar dan mengantarku. Di perjalanan kami pun mengobrol.
“kau tau? zippo ini peninggalan seseorang yang sangat berharga, jadi untung saja tadi kau menemukannya..” jelasnya sambil berseri2.
“berharga? Dari siapa?” tanyaku penasaran.
“guruku dulu. Dia yang mengajarkan kedisiplinan padaku.” Jawabnya.
“uhmm..” aku mengangguk.
“ini.. kuberikan padamu saja.” Katanya tiba2. Hah?!
“bu, bukannya ini sangat berharga bagi sensei?”
“ya, tapi aku yang sekarang sudah menjadi seorang guru. Aku ingin memberikannya pada muridku”
“demo.. kenapa padaku?” tanyaku keheranan.
“yaa, supaya kau bisa meningkatkan nilai fisikamu! Bersemangatlah!” ujarnya sambil tersenyum.
“be, benarkah ini untukku?”
“ne!”
Wajahku kembali memerah. Inikah sifat asli dibalik semua keburukan yang selalu kupermasalahkan dari dirinya? Aku sangat senang. Tapi kenapa..rasanya perasaan ini sedikit berbeda? Ya, tidak sekedar senang. Apa aku..
“baiklah, aku antar kau sampai sini saja ya. Hati2lah!” ia menepuk pelan kepalaku kemudian ia pergi sambil melambai2. Rasanya berat ditinggalkannya. Perasaan ini semakin bergejolak.
*** disekolah ***
Aku kaget. Saat ini adalah pelajaran fisika, tapi kenapa yang muncul bukan yunho sensei? Kemana dia? Kenapa digantikan dengan guru lain?
“kau belum tau ya. Yunho-sensei kan sudah kembali ke Korea, dan memilih tinggal disana karena ada urusan keluarganya, kabarnya sih begitu” jelas changmin.
“ho, hontou ka?” kagetku.
“ne! kau pasti senang sekali ya?” tebakkan changmin salah besar. Aku benar2 kaget. Kembali ke korea?! Apa artinya dia tidak akan kemari lagi?
“lanh?” changmin melambaikan tangannya didepan wajahku.
Aku bangkit dari tempat dudukku dan beranjak keluar tanpa izin guru. Aku berlari dan berlari menuju tempat dimana ia memberikan zippo itu padaku. Aku terengah2 sambil memandangi zippo itu. Aku membukanya dan disisinya muncul gambar rasi Cassiopeia. Tanpa sadar, sesuatu yang mengalir keluar dari sudut mataku.
“doushite?!!” teriakku dalam tangis. Aku melihat kembali zippo itu, dan menggenggamnya didadaku. Semangat yunho-sensei akan selalu ada dan akan jadi motivasiku.
Yunho sensei..
Kau bukan hanya guru bagiku..
Tapi juga.. orang yang kucintai..
end
FanFic || more than a teacher || 1shoot part1
haha.. lanh balik lagi membawa epep! nah, di hari ultah yunho gini lanh mau posting ff yang main cast'a lanh n yunho oppa, ga sengaja sih sebenernya. Cuz ff ni udah dirancang minggu lalu dan terinspirasi saat bengong sendirian di kelas,haha..
mian kalo gaje..
okeh check it!
title : More than a teacher
genre: teenager, 1shoot
main cast:
-Author a.k.a Lanh
-Yunho DBSK
-Changmin DBSK
NGIIIIING.. jam pelajaran Kimia sudah selesai. Habis ini sudah masuk jam fisika. Kepalaku serasa mau pecah menghadapi hari Rabu yang selalu penuh dengan pelajaran eksak. Terlebih, dulunya aku yang sangat senang dengan fisika kini merasa muak. Sensei yang mengajar kali ini sangat berbeda dengan yang dulu, membuatku jadi tidak suka pelajaran matematika.
“cara menerangkan Yunho-sensei terlalu cepat, sama sekali ga ngerti”
“yunho-sensei sangat tampan! Andaikan ia jadi pacarku..”
“kita tidak boleh banyak bertanya dan harus mandiri, memangnya kita anak kuliah apa?”
“kami suka Yunho sensei yang selalu buat kelas ini ramai, dia cukup kocak (?)”
Yah begitulah rata2 pendapat teman2 sekelasku. Sedangkan menurutku, yunho sensei adalah sensei yang buruk dan tidak bertanggungjawab terhadap murid2nya. Berkali2 sudah aku mengajukan hal ini ke kepala sekolah agar dia bisa secepatnya diganti!!
***
“kerjakan soal di halaman 209!” perintahnya. Ah bodo amat! Aku sama sekali tak mendengarkan ucapannya apalagi mengerjakan tugasnya. Memang sikapku ini seperti bunuh diri yang bisa membuat nilai fisikaku anjlok karena jarang mengerjakan tugas harian darinya. Tapi, memang aku sudah tidak suka dengannya dan pelajarannya, mana bisa aku memaksakan diri. Aku hanya duduk santai disudut kelas sambil mendengarkan music melalui headset sampai jam istirahat tiba.
NGIIIIING..
Yes! Jam pelajaran fisika sudah selesai, sekarang waktunya istirahat.
“well, bagaimana fisika hari ini?” tanyaku iseng pada Changmin temanku.
“Lanh-chan, Kau masih melakukan hal itu? Apa kau tau itu akan membahayakan nilaimu?” Changmin menggelengkan sedikit kepalanya.
“kau sendiri tau kan? Aku tak suka dengan yunho sensei” jawabku enteng.
“demo.. kau juga harus memikirkan nilaimu! Terima saja dia apa adanya, jangan terlalu memaksakan diri!” nasihat Changmin. aku hanya diam tidak berkomentar.
“ada PR dari materi yang diajarkannya hari ini, dan nilai tugas itu dianggap sebagai nilai ulangan kita” lanjut Changmin. sontak aku kaget.
“Nani?! Hontou ka??” kagetku.
“hai’, dikumpulkan besok pagi”
A, apa2an ini? Sebagai nilai ulangan? Dikumpul besok pagi? Materi hari ini???? Bukannya aku sama sekali tidak mendengarkan sedikit pun penjelasan darinya?
“ano.. Changmin~, bisa kau ajari aku? Plissssss” mohonku.
“no no.. kau rasakan sendiri akibatnya..” kata changmin sambil menggeleng.
“changmin~ ayolah.. sekali ini saja.”
“tapi bukannya kau..”
“iya!! Aku nyesel sama sikapku!! Ok?!” jawabku rada maksa.
“sou desu ka?” changmin menaikkan sebelah alisnya dan memastikan kata2ku.
“ne!”
“hmm, baiklah..”
“arigatou, Minnie-sensei~” Changmin yang baik selalu membantu dan pengertian. Beruntung aku punya sahabat sebaik dia.
***
“ahh! Susah sekali!” eluhku saat changmin mengajari materi yang tidak kusangka akan serumit itu.
“ganbatte! Sedikit lagi kau pasti paham!” changmin lalu melanjutkan penjelasannya. Sedikit terasa sesal juga karena tidak mendengar penjelasan dari yunho-sensei tadi. Coba aku dengarkan sedikit saja kalau pun changmin menjelaskan ulang seperti ini pasti akan langsung mengerti. Tapi aku sendiri tidak bisa mengendalikan emosiku yang meledak2 dan masih saja menuruti sikap keras kepalaku.
“coba kau kerjakan soal2 tugas itu dirumah dan banyak2lah latihan, pasti kau bisa! Shinjite!” changmin tidak lelah untuk selalu mendukungku yang selalu keras kepala ini.
“ne. mungkin aku sudah kelelehan jadi penjelasanmu tidak masuk ke otak seluruhnya. Tapi aku akan coba latihan dirumah. Doumo arigatou Minnie, ganbarimasu!!..”
Changmin mengangguk sambil tersenyum. Untung saja jam matematika adalah pelajaran terakhir, jadi saat pulang nanti aku bisa istirahat dan mengulang sedikit materinya.
***
Esoknya..
“changmiiiin!! Hosh..hosh..” aku berlari dan menabrak semua orang yang menghalangi jalanku dan tiba dikelas dengan nafas terengah2.
“doushite, lanh-chan?” changmin menghampiriku dengan khawatir.
“minnie.. aku belum menyiapkan tugas fisika. Otakku benar2 buntu! Aku tidak mendapatkan hasilnya! Lihat punyamu ya!” pintaku.
“demo.. punyaku sudah dikumpul, lagipula ini sudah bel dan sebentar lagi Miura-sensei akan segera masuk.” Changmin tampak ikut2an panik.
“soshite, gimana?” tak lama Miura-sensei pun masuk ke kelas dan memulai pelajarannya. Hingga saat jam pelajaran selesai aku langsung meminta pertolongan pada Changmin. akhirnya, setelah beberapa saat aku menyelesaikan tugas itu dan bergegas ke ruang guru untuk menyerahkannya pada yunho-sensei. Tapi betapa jengkelnya aku saat ia mengatakan..
“maaf tugasmu ditolak”
“hah??! Sensei! Aku sudah mengerjakannya susah payah!”
“dikumpul saat pagi, itu perjanjiannya kan?” jawabnya kali ini dengan senyum yang memuakkan bagiku.
“demo, sensei! Butuh waktu lama untukku mengerti semua isi materi, soal2 yang kau berikan juga sangat sulit!” aku tetap mempertahankan pendapatku.
“hmm, siapa suruh kau tidak mendengarkan materiku saat itu?” balasnya yang kini menatap kearahku. Pandangannya menerawang. Jadi .. Selama ini ia memperhatikanku?
“y,y,yaa.. soal itu gomenasai! Tapi tolonglah diterima!” aku kembali menyodorkan buku tugasku sambil membungkuk.
“ditolak..”
Aku mangangkat kepalaku “sou..ka?” kataku dengan ekspresi dan nada tidak senang.
“sou desu!” jawabnya dengan senyum itu lagi.
“sou desu ne?! jadi seperti inikah anda menghargai pekerjaan orang?! Baiklah!!” aku pun keluar dari ruangan dengan langkah kesal. Saat itu juga, hanya aku yang sama sekali tidak mendapatkan nilai ulangan. Benarkah perjanjiannya mengumpulkan tugas itu pagi2 tadi? Aku benar2 bodoh!!
***
to be continued....Kamis, 20 Januari 2011
FanFict/Utakatta Hanabi/Anime Naruto/1shoot
genre : romance, 1 shoot
pairing:
-haruno sakura
-uchiha sasuke
-uzumaki naruto
OST.Naruto 14
Supercell ft.nagi -Utakata Hanabi
Pantai sudah sepi. Tak ada lagi terdengar suara tawa anak-anak dan para penjaja dagangan yang tadi siang bertebaran sepanjang pantai, merasa sudah tak ada urusan lagi. Sebagai ganti, pantai sekarang dipenuhi dengan melodi alam. Deburan ombak, gemerisik daun yang hampir tak mungkin terdengar suaranya di kala siang dikarenakan suara anak-anak yang ribut mulai unjuk gigi. Ah..sungguh suasana yang sangat tenang ..
Alasan kenapa aku disini, aku tidak tahu. Tapi aku memang sedang sangat-sangat ingin ke tempat ini. Apakah aku sedang dipanggil dewa laut untuk dijadikan tumbal, aku tak tahu. Tapi kurasa bukan, andaikan aku disandera, itu pastilah sepasukan penyusup negara lain yang memiliki jurus rahasia. Kalau benar, mereka berarti bodoh, sudah siap mati ya rupanya? Dinginnya malam membuatku menggigil karena hanya mengenakan baju tidur terusan dan topi. “Hatchii!”
Aaah.. Apa sih yang sebenarnya ingin kulakukan? Bingung dengan pertanyaanku sendiri kakiku berjalan menyusuri pinggiran pantai, membiarkan ombak-ombak menggelitiki kakiku. Warna biru air yang cantik, berpantulkan cahaya bulan. Biru..itu mengingatkanku seseorang. Ini adalah warna rambut orang itu. Aku tersenyum kecil. Tanpa tersadar aku mencoba memutar balik waktu, saat aku bertemu dengan dia.
Saat pertama kali bertemu dengannya adalah ketika penerimaan murid baru. Waktu itu aku mendengar bahwa ada seorang cowok ganteng berbakat yang akan masuk ke kelasku. Langsung dia menjadi bahan gosipan cewek-cewek di kelas. Memang seberapa tampankah dia? Sekeren apa? Itu yang menjadi ganjalan hatiku, heran hanya karena seorang cowok saja sudah membuat keributan seperti ini. Lalu ketika bertemu dengannya langsung, barulah aku mengerti alasan dia begitu populer. Dia memang benar-benar keren! Dengan mata yang tajam, rambut hitam kebiruan, dan gayanya yang cuek, terlebih nilai-nilainya di akademik dan akademis! Langsung saja aku menjadi satu dari sekian cewek pengagumnya.
Oh ya, pernah ketika aku sedang duduk-duduk ditaman memikirkannya,dia menghampiriku! Katanya,’kamu memiliki dahi indah yang mempesona..’ kata-kata gombal itu membuat hatiku langsung melambung ke langit ke tujuh! Namun langsung terjatuh ke dasar neraka ketika dia mengatakan itu hanya bercanda. Alangkah bahagia kalau dia serius, tapi kebohongan ini saja sudah cukup membuat hatiku senang. Aku pura-pura masa bodoh. Kami pun melanjutkan percakapan dengan menahan diri untuk tidak mempermasalahkan candaan tadi. Tapi auranya yang ini berbeda, lebih gelap, akhir percakapan membuatku membuka sisi kemanusiaanku pada cowok lain, si rambut kuning penggemar ramen yang kuanggap menyebalkan.
Ada satu kejutan lagi, saat pembagian kelompok, Tuhan menunjukkan kebaikan hatinya dengan memasukkanku sekelompok dengannya. Tapi-sayangnya-bukan hanya dengan dia. Cowok rambut kuning yang kuanggap menyebalkan pun ikut. Namun aku teringat dengan kata-kata si rambut biru. Aku mencoba tersenyum dan berteman dengan si rambut kuning.
Bersama guru tercinta, kami banyak bertualang bersama. Inilah keluarga kedua selain dirumahku. Aku pikir akan tetap begitu, sehingga aku menangis banyak ketika tahu itu hanyalah impian semata.
Si rambut biru pergi meninggalkan kami. Tentu saja kami semua, yang menganggap diri sebagai satu keluarga merasa sangat terpukul . Terutama si rambut kuning, dia berusaha membawa kembali si rambut biru yang sangat kucintai. Tapi tidak berhasil. Perjuangannya yang pertama hanya membawa air mata dan persahabatan yang terputus. Ketika bingung dan depresi mengapa dia meninggalkan kami, aku teringat kata-katanya ketika pertama kali memperkenalkan diri ,’..lalu..aku punya ambisi! Kebangkitan klanku dan membunuh seorang pria!’
Lalu apa? Setelah membunuhnya apa yang akan kau lakukan?? Hanya demi membunuh seseorang pria yang entah dimana kau rela membunuh perasaan kami!?
Hhh..
Tak ada gunanya berkata begitu sekarang, toh si biru kepala batu itu tak akan mendengarnya.
Angin bertiup semakin kencang, mempermainkan helai-helai rambut merah mudaku yang kututupi topi. Oh ya, rasanya dulu, lama sekali aku pernah bersamanya ke pantai. Kalau tak salah untuk apa ya..?
“DHUAAAAAAARRRR!!!”
Cahaya kerlap-kerlip mewarnai hitamnya malam. Kembang api yang sungguh indah!
Ah? Kembang api?
Benar!
Waktu itu, tepat di tempat ini, dengan mata sedikit berbinar dan bibirnya melengkungkan senyum , dia memandangi kembang api. Dan aku memandangi wajahnya! Kenapa aku bisa melupakan hal penting ini?
Jadi inikah kenapa aku datang kemari? Karena diriku yang sangat rindu akan senyummu? Haha..
Sejujurnya, aku pernah berharap bisa membencimu, dan aku pernah-hampir- berhasil. Tapi di saat seperti ini aku pasti akan kembali mengingatmu, sebelum aku sempat mengingat logikaku terhadapmu.
Kembang api meletus sekali lagi..
Seakan gelombangnya memang terlalu besar hingga indahnya dapat menyusupi hatiku, topiku ikut terbang.
Ah..Sasuke..
Jika aku menutup mataku, aku merasa seperti kau berada disini sekarang...
end

